Saturday, April 17, 2010

GIVE IT A SHOT!!!

Maaf akhir-akhir ini agak jarang posting....... Sempat bingung mau nulis apa sih, tapi akhirnya saya dapat ide setelah perbincangan yang menyenangkan dengan seorang rekan blogger cewek via YM semalam. 

Kesibukan saya akhir-akhir ini tidak jauh-jauh dari belajar Academic English, memahami budaya Australia dan bersosialisasi dengan rekan-rekan penerima beasiswa Australia lainnya plus mengerjakan tugas writing yang ternyata tak sesederhana yang saya perkirakan. Sebulan lagi, Insya Allah, saya akan ke Australia dan membuka bab baru kehidupan saya.... yakni:  menjadi mahasiswa (lagi). Kemarin, sebuah surel terselip di kotak masuk gmail ku berisi surat penawaran Master Course dari Universitas Melbourne , yang memang menjadi pilihan pertamaku. *saatnya bernafas lega karena beberapa teman ada yang belum mendapatkan surat penerimaan dari universitas yang mereka inginkan* Yeah, one step closer. There are a lot to learn and a lot to catch up. However, it is still long way to go. Semoga semuanya dimudahkan. Amiin.

Oh iya, ada sedikit cerita lucu saat penerima Australian Development Scholarship diumumkan online di website ini. Saat saya melihat nomor pendaftaran saya tercantum dengan sempurna di list ADS awardee, yang pertama saya lakukan tentunya menelpon Mama. Dan berikut percakapannya. 

Mama : Halo...............
Saya   : Assalaikum Mama 
Mama : Wa Alaikum Salam. 
Saya   : Ma, Alhamdulillah saya dapat beasiswanya. Ini baru keluar pengumumannya......
Mama : Oh yah? ( Jeda sebentar) Eh gimana, kamu sudah jemput om mu belum di bandara? 
Saya   : Bentar sore, Ma. Abis pulang kantor...... (Heran, kok Mama gak bereaksi yah tentang berita beasiswa itu)
Mama : Iyah, jangan sampe lupa yah jemput om.......
Saya   : Iya ma, Insya Allah. Abis ngantor langsung ke bandara kok
Mama : Eh tadi Cipu bilang apa sih..... tadi ngomong beasiswa yah........ emang udah ada pengumumannya yah?
Saya   : Iya Ma.... Cipu dapet beasiswa yang ke Australia..... (jyaaaah, Mama baru ngeh)
Mama : ALHAMDULILLAAAAAH, kapan berangkatnya? 

dan percakapan pun akhirnya ngalor ngidul tentang gosip keluarga, kejadian kejadian di sekitar rumah dan berita-berita lokal yang terjadi di kampung halaman.
Me and my complete family

Setelah nelpon Mama, saya melanjutkan kabar gembira ini ke Kakak...... 

Kakak : Halo...... (dengan suara pelan) 
Saya    : Halo, sibuk yah....... 
Kakak : Iya lagi meeting, ntar aja yah... (siap siap mengakhiri percakapan) 
Saya    : Cuman mau bilang, saya dapat beasiswa yang ke Australia.... (siap-siap menutup perbincangan) 
Kakak : HAH? KAMU DAPAT BEASISWANYA... WAAAAAAAAHHHHHHH ADIKKU DAPAT BEASISWA NYA... ALHAMDULILLAAAHHH (kali ini suara kakak naik dua oktaf)...... 
Beberapa kali hamdalah terucap. Bagi saya sambutan Mama dan Kakak sudah cukup melengkapi kebahagiaan hari itu. Saya menutup percakapan di tengah histeria kakak di ruang meeting. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan meeting kakak selanjutnya, namun suaranya tadi sudah pasti menarik perhatian semua orang yang ada di ruangan meeting itu. Hehehehehe. 

Setelah itu, mulai banyak yang berkonsultasi apa tips-tips dapat beasiswa. Terus terang, saya sendiri pernah memiliki pertanyaan yang sama. Saya pernah menunda mendaftar beasiswa selama dua tahun karena kurang yakin dengan kemampuan sendiri. Merasa kurang percaya diri untuk mendaftar. Yup, it takes me two years to think that I have to stop procrastinating. Akhirnya saya dapat jawaban ampuh untuk rekan-rekan yang merasa kurang pede untuk melamar beasiswa. Kalo mau dapat beasiswa, jawaban paling ampuh adalah 
Give it a SHOT. (Artinya: D A F T A R ! ! !) 

Saya menemui banyak rekan yang berbakat dan cerdas, mereka sangat menginginkan beasiswa namun tak kunjung mendapatkannya karena mereka melakukan sebuah kesalahan mutlak: TIDAK MENDAFTAR. Mereka mengetahui info beasiswa dan kapan deadlinenya, tapi mereka cuma sebatas mengetahuinya, tanpa tergerak untuk mengisi aplikasi dan melengkapi persyaratannya. Kalo sikap ini terus dipertahankan, saya yakin sampai mati pun tidak akan bisa dapat beasiswa. 

Saatnya bergerak kawan, terlalu banyak kesempatan di sekitar kita yang sayang dilewatkan. Saya sendiri menyesal telah menyia-nyiakan waktu dua tahun tidak melakukan apa-apa karena terkungkung oleh perasaan kurang percaya diri yang saya ciptakan sendiri. It is the time to think that you are not ordinary, you are even extra-ordinary. It is the time to start applying, start moving .... don't stay static. 

Semoga bermanfaat.

Friday, April 9, 2010

betsu betsu

Seorang bule di kantor pernah berkata: Different Field, Different Grasshopper, saat mengawali speechnya. Saya sempat tertegun, mencoba memahami apa sih maksudnya.... Ternyata si Bule mencoba meng-Inggris-kan “Lain Padang Lain Belalang”. Maksudnya, setiap tempat memiliki budaya/kebiasannya masing-masing. 

Ungkapan ini memang benar adanya. Dan karena budaya masing-masing tempat, kita dianjurkan untuk menghormati budaya tempat-tempat yang kita kunjungi. Namun karena ketidaktahuan, kerap terjebak dalam situasi yang kurang menyenangkan. 

Saya mengalami kejadian yang lucu saat mengikuti program pertukaran (baca: jalan-jalan) di Prefektur Saga, Jepang. Seorang teman Jepang merayakan ulang tahunnya dan mengajak kami untuk makan-makan di sebuah restoran Sushi yang terletak tak jauh dari Seifu Ryo, nama asrama yang saya tinggali. Dengan semangat 45, saya terima ajakan itu. Belum pernah nyoba sushi dan sashimi soalnya, acara ulang tahun pulak. Waktu itu di benak saya sudah terbayang sushi gratis yang lezat tiada tara. Saat memasuki restoran sushi, beberapa teman lab sudah hadir dan tak butuh waktu lama untuk memulai pesta sushi. Saya kalap bin rakus saat mulai melahap sushi, berbeda dengan yang lainnya yang makan dengan kecepatan normal. Malam itu, kami berpesta sushi dan saling melontarkan humor. It was a fun birthday dinner. 

Saat akan meninggalkan restoran itu, bill pun diantarkan. Teman-teman yang lain pun masing-masing membayar makanan yang mereka makan. Saya sempat shock awalnya.... Lah ini kan pesta ulang tahun??? Kok gak GRATISSSSS...... Setelah dijelaskan, saya baru mengerti bahwa orang Jepang memang konsepnya betsu betsu (alias BSS a.k.a. Bayar Sendiri Sendiri) saat mengadakan pesta. Jadi kalau diajak ke birthday party, yang diundang menyiapkan bayarannya sendiri-sendiri. Pantes saja tadi yang lain gak ada yang sekalap saya. Malam itu tercatat dalam sejarah hidup saya sebagai malam dengan makan mahal termahal di Jepang. Saya harus keluar kocek 2000 Yen (sekitar Rp 200.000) karena kalap makan sushi di pesta ulang tahun yang ternyata TIDAK GRATIS!!! (sigh). 

 My birthday party, kali ini saya yang traktir semuanya

Setelah kejadian itu, saya mulai berhati-hati kalau diajak pesta. Tak pandang pestanya apa, mau birthday kek, farewell kek atau cuman parti biasa, saya pasti tanya mo dirayain dimana? Kalau pestanya di tempat yang harganya tak terjangkau, saya pasti menolak dengan halus. Tapi kalau partynya di apartemen teman, saya mengusahakan untuk datang. Tentunya, saya datang tidak dengan tangan kosong. Saya biasanya membawa minuman ringan. Konsep undangan party di apartemen temen adalah: datanglah ke apartemenku, tapi bawa sesuatu yah... Hehehe. 

Dengan konsep tadi, merayakan ulang tahun di Jepang menjadi hal yang tidak mahal. Yang penting ngumpul. Beda dengan kita di Indonesia, hari ulang tahun berarti hari penuh pengeluaran, hehehe. Tapi tetep menyenangkan kok.