Saturday, February 27, 2010

Katakan dengan oblong

Setiap mengunjungi ITC Kuningan (Ambassador), saya pasti selalu menyempatkan mengunjungi Unizone, sebuah toko pakaian yang menjual kemeja dan oblong khusus untuk cowok. Saya selalu tertarik melihat koleksi oblong yang ada di sini, karena saya sering mendapatkan oblong dengan tulisan yang menggelitik, filosofis atau misspelling (salah eja karena sok sok Inggrais, hehe). 


Seminggu Sebelum Gajian
Kebetulan, minggu lalu saya ke ITC Kuningan lagi, dan saat melalui stand unizone, saya melihat display sebuah kaos oblong hitam dengan tulisan menarik. 

Tampak Depan 

Tampak belakang 
Catatan: saya sengaja tidak menampilkan tampak samping, karena kalo ditampilkan, yang anda lihat hanya kebuncitan semata :p

Saya sangat tertarik pengen membeli, harganya IDR 79.000. Menurut saya tulisannya sangat tepat dengan saya yang hobi jogging akhir-akhir ini. Tapi waktu itu, timingnya gak tepat  (akhir bulan) dan dompet kebetulan sedang tak bersahabat. Jadi terpaksa saya harus menunda membeli kaos ini sampe gajian, sambil berharap stok nya masih ada. 

16 jam setelah gajian
Saya kembali mengunjungi stand unizone, berharap mendapatkan kembali kaos tersebut. YATTA!!! Kaosnya masih ada, harganya tak berubah dan warna biru tersedia. What a lucky day. Without further a due (ceile...), saya langsung ke kasir dan membayar kaos biru idamanku ini. 
Setiba di rumah, saya betul-betul sadar betapa baju ini sangat bermakna, dan menyimpan banyak pelajaran. Let's check what lessons can be learned from this shirt

Sebenarnya kaos ini mengajak kita untuk memilih: RUN FOR YOUR LIFE atau RUNNING FROM YOUR LIFE

RUN FOR YOUR LIFE bisa diartikan bermacam macam, bisa saja maksud nya adalah RUNNING ON THE RIGHT TRACK  (Berlari di jalur yang benar) seperti penampakan berikut:

Jemaah Running-iyah, sholeh mode: ON

atau BE THE REAL RUNNER for the sake of your health, seperti gambar di bawah: 

ready to run for your life
Bisa juga berarti PURSUIT OF DREAM  (mengejar cita-cita) dan masih banyak makna lain yang mungkin muncul.

Selanjutnya di bagian belakang oblong ini ada tulisan RUNNING FROM YOUR LIFE. (lari dari kenyataan).... hmmmm agak susah dideskripsikan, tapi biarlah gambar berikut yang menjelaskan. 
don't try this at home, try it in your dream 

Saya sendiri tak habis pikir kenapa saya begitu pusing memaknai tulisan dari oblong yang saya beli. Namun setidaknya, saya ingin tahu apa yang saya kenakan. Saya tidak ingin kejadian empat tahun lalu terjadi. Waktu itu saya mengenakan oblong dengan tulisan Korea yang saya sendiri tidak mengerti cara membacanya apalagi maknanya. Sampai saat teman sekelas saya yang bernama Eom Dae Won (yang berasal dari Mokpo, Korea Selatan) menegur saya bahwa tulisan yang terdapat pada oblong saya adalah nama sebuah sekte keagamaan di Korea Selatan. Saya cuma bisa cengengesan saja ketika mendengar penjelasan di Dae Won. I got no ammunition to defend myself

Mungkin memang terdengar tidak ada masalah, tapi simbol agama/kepercayaan kadang merupakan hal yang sangat sensitif. Saya sudah pasti bukan anggota sekte keagamaan yang dimaksud si Dae Won mengingat baju itu saya peroleh dari teman di Indonesia. Jadi daripada bikin masalah, saya memuseumkan saja oblong biru itu. 

So guys, mungkin memang ga ada salahnya mengetahui makna dibalik tulisan di oblong yang kita kenakan. Banyak lho yang mengenakan kaos oblong dengan tulisan "I am stupid" atau "idiot" tanpa sadar bahwa mereka bisa saja jadi bahan tertawaan. hehehe.
Disclaimer: 
No animals were harmed during the photo session 
Mohon maaf wajah model nya tidak dapat kami tampilkan atas permintaan pribadi sang model kepada penulis
Tulisan ini dibuat tanpa ada pesan sponsor dari pihak unizone. (sambil tetap berharap unizone memberikan diskon 50% persen untuk pembelian oblong oblong selanjutnya) --> ngarep dot co dot id

Monday, February 22, 2010

Sehari yang menyenangkan bersama Mila Said

Hari Minggu kemarin, saya jalan dengan Mila. Wah lumayan lama juga gak jalan dengan Mila. Kali ini emang kami niat ketemu untuk membahas rencana perjalanan kami selanjutnya, setelah sebelumnya kami sempat melakukan budget travel di Singapura dan Kuala Lumpur

Mila sangat tepat waktu menjemput saya di lobi pasar festival. (Yeah this is what I like from her, she is always on time). Minggu siang itu saya mengikhlaskan diri menemani Mila dulu ke rapat amprokan blogger di sebuah mall di Bekasi. Katanya sih dia janjian jam 12 dengan para panitia. Jam 12 lewat dikit, saya dan Mila sudah duduk manis di food court mall tersebut menanti rekan-rekan lain. Sambil nunggu, saya iseng mencoba layanan hotspot di tempat itu.... hasilnya lelet abis. Yang paling sering muncul adalah: Problem Loading Page (sigh).

Setelah lebih sejam menunggu dan kami tidak menemui siapapun, kami pun berniat pulang. Tapi pas laptop selesai di shut down, panitia mulai muncul satu-persatu. Dimulai dari Mbak Ajeng, terus Quinie dan rekan-rekan blogger Bekasi lainnya. Seneng juga ketemu Quinie, soalnya Mbak satu ini komentator terrajin di setiap postinganku, thanks tak terbatas untuk Quinie (lebay dot com). Sebenarnya , saya menunggu kali D3vy juga ikut, soale pengen dengar live cerita perjalanan dia ke Penang, hehehe. Mayan kan buat nambah referensi.
 
Mmmmm yummy... coto plus buras 

Jam 14:30, saya dan Mila pamit because we have our own agenda. Yah kami mau berdiskusi rencana perjalanan kami yang sudah tinggal hitungan minggu. Tapi entah kenapa mobil biru itu menggiring kami ke Konro dan Coto Daeng Naba di kawasan Ampera (dekat Medco). Tempat ini adalah tempat makan coto dan konro favorit saya di Jakarta. Kami memesan Coto isi hati dan daging, meski sebenarnya konro di tempat ini juga menarik untuk dicicipi. Tersedia pula jalangkote (pastel ala Makassar), es pisang ijo dan es pallubutung. 

Mila + Coto + Es Teh Manis

Diskusi tentang rencana perjalanan pun jadi tertunda karena Coto itu begitu menggugah selera, apalagi dengan buras. Rasa coto di sini emang enak, serasa makan coto di Makassar saja. Emang ada yang kurang kalau saya tak ke tempat ini sekali seminggu. So guys, coba cek deh tempat ini, dijamin mak nyuss. 

The famous Daeng Naba, terletak di Ampera

Acara dilanjutkan, ke PIM, berharap nemu tempat cozy dan ber-wifi untuk mendiskusikan rencana perjalanan kami. But sekali lagi pesona toko buku gramedia PIM susah dibendung, saya dan Mila pun berpencar mencari buku. Akhirnya cuman nemu komik doang (doh). Dan atas rekomendasi Mila, saya membeli buku SELIMUT DEBU. 

Begitu keluar dari Gramedia, Mila menyerahkan hadiah ulang tahun ke saya. Sebuah benda nya yang Insya Allah akan sangat berguna untuk saya beberapa bulan kemudian. Thanks a bunch Mil.

Beli dua buku, satu komik the best skilled surgeon dan Selimut Debu (direkomendasikan Mila), yang satunya lagi hadiah ulang tahun dari Mila, it will be my bible in the few next months insya Allah Mil. THANKS to MILA (cozy)

Meski akhirnya rencana perjalanan kami tidak dibahas dengan tuntas, tapi saya bisa jalan lagi sama my travel buddy, Mila. Selain itu, sepertinya bakalan banyak perjalanan lanjutan yang insya Allah akan terlaksana dengan Mila. Ahhhhh kaki ini makin gatel, pengen backpack lagi dengan temen-temen yang asyik dan Mila adalah salah satunya

Thursday, February 18, 2010

Sayah kerja di PBB loh, OM.....

Jika teringat kejadian ini, saya sering senyum senyum sendiri. Sebuah kesalahpahaman karena orang Indonesia suka menyingkat-nyingkat banyak kata. Membuat singkatan memang tidak salah, hanya saja kadang singkatan tersebut jadi membingungkan saking banyaknya singkatan di  Indonesia ini.

Well, cerita ini sebenarnya terjadi di tahun 2007, waktu saya mudik untuk pertama kalinya setelah setahun merantau di Jakarta. Karena saat itu adalah debut mudik pertama saya, saya benar benar well prepared, maksudnya saya bawa oleh-oleh banyak untuk mama, saudara, sepupu, tante, om, dan para keponakan yang pastinya ngambek kalo om nya yang cakep ini gak bawa oleh-oleh. Ehem......

Setelah sholat ied, saya dan keluarga besar berkumpul bersama di rumah tante. Seperti itulah rutinitasnya setiap tahun, rumah tante yang kami jadikan tempat untuk bersilaturrahmi selepas Sholat Ied. Saat itu, semua keluarga berkumpul  dan saling menanyakan kabar dan melepaskan guyonan. Saya juga ikutan nimbrung ngebodor bersama keluarga.
Berkumpul bersama teman-teman SMA setelah idul Fitri. FYI, all the girls here sold out heheheh

Saat itu seorang Om, yang sudah lama tak bertemu menanyakan kabar saya, "Cipu sekarang tinggal dimana?"

"Di Jakarta Om". Saya jawab.

Si Om lanjut bertanya, "Sudah berapa lama di Jakarta?".

"Sudah sejak tahun lalu Om," saya kembali menjawab.

Anggota keluarga yang lain menyimak percakapan kami, karena banyak mungkin yang ingin tahu kabar saya juga.

"Enjoy di Jakarta yah?".

"Lumayan, Om.... temen-temen kantor asyik-asyik".

"Memangnya Cipu kerja dimana?"

Saya jeda sejenak, bingung mau menjawab. Soalnya kalau saya bilang United Nations atau UN, kemungkinan si Om tidak mengerti. Jadi saya jawab saja dengan menyebut singkatan Perserikatan Bangsa-Bangsa:

"Oh saya kerja di PBB, Om".

Si Om pun tersenyum, "Wahhhh bagus tuh, PBB itu bagus loh, Pak Yusril Ihza Mahendra orangnya masih muda, pinter dan punya visi yang bagus".

Krik Krik Krik Krik

Saya terdiam sejenak. Kok Yusril Ihza Mahendra sih, sejak kapan beliau jadi Sekjen PBB, setelah beberapa detik, saya baru sadar. Oalaaaaah yang dimaksud PBB versi si Om ternyata Partai Bulan Bintangnya Yusril toh......

Saya akhir nya cuman mengangguk senyum, gak enak menyanggah si Om yang sudah terlanjur mengeluarkan statement. Setelah melepaskan senyum termanis saya, saya meninggalkan si Om di ruang tamu menuju ke Dapur.

Hehehe, si Om pun sampe sekarang masih berpikir kalo saya kerja sama Pak Yusril. :p

AWARD

Oh iya, kemarin saya dapat award dari Merry, thanks banget yah Mer. Saya sudah sempat sih ber-Oscar Wannabe moment di komen blog nya Merry. Hehehehe. And the award goes to me, Yaiyyyyyyyy.


Dan saya ingin meneruskan award ini kepada fakir miskin dan anak terlantar mereka yang rajin berkunjung dan meludah di blog ku yang merana ini (doh mulai error lagi). They are:
  1. Pagit 
  2. Feli 
  3. Retri 
  4. Huang 
  5. Mila 
  6. Exort 
  7. Intan 
  8. Quinie 
  9. iLLa
  10. Morishige 
Thanks guys for your comments so far. Teruskan award nya yah 

Friday, February 12, 2010

Sarapan istimewa tadi pagi

Pagi ini, saya menikmati sarapan yang cukup berbeda dari pagi-pagi biasanya. Kalo biasanya menu sarapan saya tak jauh jauh dari roti dan selai atau bubur ayam, kali ini sarapannya cukup spesial dibawakan oleh si kakak tercinta.

Namanya Pallumara dalam bahasa makassar atau Nasu Bale dalam bahasa Bugis. Nasu berarti masakan sedangkan bale itu ikan. Jadi Nasu Bale atau Pallumara berarti masakan yang terbuat dari ikaNG. Pallumara berisi ikan yang dimasak dengan kuah berwarna kuning (makanan ini kandungannya kunyitnya lumayan banyak). Di beberapa tempat, kuah kuningnya agak kental. Rasanya jangan ditanya, nikmat banget. Asem asem enak.... (bukan manis asem asin lo yah... emangnya nano-nano).

Jadi, si kakak kebetulan tadi pagi membawa sebungkus pallumara ke rumah. Saya yang semula sok sok diet, akhirnya tak mampu menahan keinginan icip-icip yang menggelora dalam dada (halah). IdiotJadilah pallumara a.k.a Nasu Bale itu tandas das das. Gembul dot com.
Don't judge the food from its look

Nah buat rekan-rekan yang penasaran dengan rasa Pallumara ini, gak perlu jauh-jauh ke Makassar. Yang berkantor di kawasan Thamrin, sangat mudah menemukan rumah makan yang menjual makanan ini. Nama rumah makannya "Pelangi", terletak di Jalan Wahid Hasyim, samping Hotel Ibis (daerah belakang Sarinah). Saran saya, kalau ingin menikmati makanan ini di rumah makan Pelangi, disarankan jangan sendirian karena porsi nya lumayan banyak untuk dihabiskan sendiri. Sebaiknya bawa pasukan dua atau tiga orang biar seporsi pallumara dapat dihabiskan.

I really enjoyed my breakfast this morning, special with Makassar menu. Hungry

Wednesday, February 10, 2010

another funny moments with bule

Setelah melepas dua cerita tentang saya dengan counterpart asing saya. Saya jadi ingin menceritakan beberapa kisah lagi tentang mereka yang menurut saya layak untuk diceritakan. Scenic

Rekan asing di kantor, tidak sedikit yang tertarik belajar Bahasa Indonesia. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang mengambil kelas bahasa Indonesia di Wisma Bahasa Yogyakarta. Tujuannya mungkin karena mereka ingin mencoba berkomunikasi lebih baik dengan kami, para counterpart Indonesia. Kali ini saya akan menceritakan kisah perjalanan saya dengan J, bule Amerika yang masih muda, cantik dan enerjik, serta si E, bule cowok (juga) dari Amerika yang semakin hari semakin Indonesia.
sayang, mereka sudah tak disini lagi :)
Kisah 1

Kisah ini terjadi saat saya dan J mengunjungi Pulau Madura dan bertemu dengan pihak pemerintah disana. Sudah menjadi kewajiban, bahwa orang asing yang akan melaksanakan kegiatan di desa atau di suatu wilayah harus sowan dulu dengan pemerintah setempat. Pertemuan diawali dengan pertemuan tim kami. Saat itu giliran J memperkenalkan diri, J memang sudah mempersiapkan beberapa patah kata dalam Bahasa Indonesia untuk memulai perkenalan dirinya.

"Selamat pagi, nama saya J. Saya dokter hewan dari Amerika".

Pejabat pemerintah setempat takjub karena si J yang nampaknya masih muda namun mampu bertutur bahasa Indonesia dengan fasih. (Padahal sebenarnya, itu adalah mantra sakti bule kalo mau memperkenalkan diri, dan kalimat ini sudah mejadi template umum). Selanjutnya, si J melanjutkan perkenalannya dalam bahasa Inggris dan kuterjemahkan. Terlihat sorot kecewa dari mata para pejabat karena mereka telah berharap banyak bahwa si J bisa berbahasa Indonesia.
Jadi setelah sesi perkenalan si J, saya langsung berbisik ke J:

"J, it seems that they want to hear more Indonesian from you". (J, sepertinya bapak-bapak itu masih pengen denger kamu berbahasa Indonesia lebih banyak deh...!)

Dengan enteng si J menjawab. "OK! I can tell them the fruits and poultry in Indonesian" (OK! saya bisa menyebutkan kepada mereka nama-nama buah dan nama-nama unggas dalam Bahasa Indonesia".

Saya cuman bisa diam, kebayang kalo niat si J ini dilanjutkan. Pasti perkenalannya akan menjadi sebagai berikut: : "Selamat pagi, nama saya J, saya dokter hewan dari Amerika. Saya makan jambu, nenas, durian. duku, pisang, semangka, dan nangka.......dan saya suka ayam, bebek, entok ......................................"

Oh my God, perkenalan macam apa itu yah, it would be a very awkward introduction session (doh)

Kasus 2

Meeting dimulai jam 8, namun si E ternyata sudah berada di ruang meeting. Dia sedang menikmati sarapannya yang disiapkan oleh pembantu di rumahnya. Iseng kusapa dia dengan menggunakan Bahasa Indonesia versi Ejaan yang Disempurnakan.
S : Selamat Pagi E
E : Selamat pagi.
S : E sedang sarapan yah
E : Yesssss
S : Makan apa?
E : Saya makan I B U.....
S : What???
E : I B U
S ; (memandang E tak percaya). Kamu makan IBU????

Setelah saya melongok ke lunch box nya, ternyata si E sedang menikmati UBI buatan si mbok pembantunya. Duile, kirain makan IBU kandung beneran, hampir saja si E dikutuk jadi batu seperti Sangkuriang rofl

Sunday, February 7, 2010

Hilarious Moments with the Bule

Menjadi penerjemah, menuntut saya untuk siap diboyong kemana saja oleh Bule-bule di kantor. Umumnya sih mereka-mereka yang saya temani ke field adalah orang-orang yang pernah merasakan susah nya bertugas di desa, apalagi banyak diantara mereka yang pernah bertugas di Afrika. So, Indonesia is not really a big deal for them compare to what they have experienced in Africa. Saya selalu merasa beruntung jika saya diminta untuk menemani mereka yang usianya lebih tua, karena bisa belajar banyak dari mereka. Selain itu, mereka tidak banyak tingkah saat dibawa ke desa-desa.

Beberapa bulan terakhir ini, kantor banyak kedatangan tim evaluasi. Dan biasanya saya yang diminta untuk menemani tim keliling Indonesia. Selama perjalanan, saya dan tim evaluasi makin menjadi akrab karena saya memang hobi iseng. Dan beberapa diantara mereka pernah menjadi korban keisenganku. Untungnya, mereka gak pernah marah. lmao

Banyak kejadian yang seru dan lucu selama menemani mereka.

Kasus 1.

Kejadian ini terjadi sekitar awal 2009. Tim evaluasi yang dikomandani oleh bapak Carlos mengunjungi kantor kami. Carlos meminta saya untuk ikut ke Bandung menemaninya melakukan evaluasi (tentunya untuk menerjemah). Carlos orangnya sangat ramah, suka ngobrol dan sangat humoris, beda dengan saya yang agak introvert Sky. Dalam perjalanan menuju Bandung, Saya, Mbak Esther dan Carlos terus bercanda sampe kering nih gigi gara-gara ngakak sepanjang jalan.

Berkunjung ke desa bersama Carlos dan Mbak Esther

Sesampainya di Bandung, kami memilih restoran Roemah Nenek sebagai tempat makan malam kami. Saya memesan sate ayam plus nasi, dan Carlos memesan nasi timbel komplit. Saya lupa Mbak Esther pesan apa. Kami yang sedang lapar langsung kalap begitu pesanan kami dihidangkan. Makanan tandas dalam sekejap. Carlos sepertinya menikmati makannya, yang tersisa di depannya tinggal daun pisang pembungkus timbel. Saya mulai membuka pembicaraan:

Saya (S) : Hmmm feel full now (rasanya kenyang banget sekarang)
Carlos (C) dan Mbak Esther (E) : yeahhhh (kompak)
S : Carlos, why didn't you finish all the foods (Kok makanannya gak dihabiskan semua?)
C : I finished all (Habis semua kok!!)
S : Nope, you haven't eaten the banana leave (Nggak ah, tuh daun pisangnya blom dimakan)
C : What?????
S : Carlos, that is the purpose of timbel. Rice is cooked along with the banana leaves so when it is cooked, the banana leave will be edible and taste delicious...... (Carlos, itulah gunanya orang masak timbel. Berasnya dimasak dengan daun pisang, jadi kalo sudah masak, daun pisangnya akhirnya layak makan juga dan rasanya jadi enak)
C : Hmmmm, are you serious? (Hmmm, kamu serius yah?) *sambil menatap dengan tatapan yang penuh kecurigaan dan syakwasangka*
S : yessss....... *mencoba meyakinkan*
C : (mulai bimbang sambil memegangi daun pisang)
Carlos sudah hampir masuk perangkap ketika mbak Esther menjernihkan permasalahan
E : No no no, it's just Cipu's joke. (Nggak kok, itu tadi Cipu cuman bercanda)
S : (lmao)
**DIJITAK CARLOS**

KASUS 2

Kejadiannya awal Januari 2010. Seorang konsultan diutus oleh kantor ku untuk melakukan evaluasi, dan saya (sekali lagi) beruntung bisa ditugaskan menemani ibu konsultan yang tangguh ini. (Saya bilang tangguh karena dia sudah lebih dari 30 tahun mengabdikan dirinya bekerja di Afrika, padahal dia aslinya orang Australia). Waktu itu, saya dan ibu konsultan menempuh perjalanan dari Semarang ke Purwokerto menggunakan mobil rental. Suasana di dalam mobil hening kecuali radio yang memutar lagu-lagu Indonesia.

Musik terus mengalun. Lagu pun terus berganti. Sampai pada intro sebuah lagu, musik Sunda mulai mengalun dengan syahdu. Ibu Konsultan mulai bereaksi.
Ibu Konsultan (IK) : Hmmm, the music is familiar to me, I think I have heard this song. I like this song. (Hmmm, musik nya sepertinya tidak asing, Sepertinya saya pernah mendengarkan lagu ini. Saya suka lagunya)
Saya (S) : Oh yah, I think it is traditional song (Oh yah kedengarannya seperti lagu tradisional).
IK : Yeah, I have heard it, and I like it (Yah, saya pernah mendengar lagu ini dan saya suka)
S : (mengeraskan volume radio sambil tetap berkonsentrasi lagu apakah gerangan, yang pasti sih musik nya musik Sunda).

Sang penyanyi pun mulai bersenandung:

Lama sudah kucinta padamu
Tapi di hati hanya terpaku
Karena hidup kita berbeda
Kau telah berdua

Kini ku merana Cintaku kini terisolasi
Siang malam kau selalu di hati
Tidur pun aku tak bisa lelap
Selalu teringat terbayang di mati

Jyaaaaaaaaaaah ternyata itu lagunya Lilis Karlina, Cinta terisolasi. Sebagai penggemar dangdut saya tentunya tahu lagu ini. Ternyata si Ibu Konsultan juga doyan Lilis Karlina. Hehehehe. Ingin rasanya bilang ke beliau: Yess Maam, Dangdut is the music of my country. thumbs up

Wednesday, February 3, 2010

Dibalik kelahiran Okkots dot com

Sudah sejak lama saya ingin memiliki blog yang berdiri sendiri tanpa numpang ke layanan penyedia blog lain seperti blogspot, blogdrive ataupun wordpress. Saya selalu merasa iri setiap kali membuka blog Dhodie, Amri atau Aci yang polanya something dot com, tak seperti punya ku yang berpola something dot blogspot dot com.

Keinginan itu sudah tak terbendung lagi, saya berinisiatif menghubungi si Dhodie, penggiat komunitas blogger sekaligus Bapak Plurk Indonesia (hahahahah). Dhodie memberikan banyak masukan serta semangat, dan tentunya Beliau (jyaaaaaah) sangat mendukung ide mulia nan suci saya itu. Saya pun kemudian direkomendasikan ke salah seorang temannya bernama Ramadoni (Doni) dari Biang Web. Transaksi domain dan hosting baru berjalan lancar, saya pun tak perlu menunggu lama untuk bisa segera mengutak atik website baru ini. Thanks to Doni for his endless tutorial. Finally my website works. Rock

Selanjutnya memilih template yang cocok untuk my baby website. Sayangnya saya bukan tipe orang yang punya cita rasa layout yang baik. Namun, saya beruntung malam itu Pagit online. Saya menunjukkan beberapa nominasi template, dan Pagit pun merekomendasikan template yang akhirnya sekarang saya gunakan. Alasan kami sederhana: template nya eye catchy dan simple.

fireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworks
MY NEW BLOG: http://okkots.com

Saya juga banyak mendapat kan tutorial berharga dari rekan saya, Mr. Epping, sang maestro SEO. Dia memberi beberapa masukan tentang beberapa widget yang menurutnya perlu dan gak perlu. Thanks bro. Epping menyukai ide dari blog ini, semoga juga bisa berkontribusi di blog baru saya.

Yeah, finally my new blog http://okkots.com was launched. Semoga bisa menghibur semuanya.

blog lama yang takkan terbengkalai

Oh iya, blog saya di blogspot ini tidak akan terdelete kok, saya akan tetap menulis disini. Karena blogspot ini adalah kos pertama saya dalam mengenal blog. Meski sudah punya rumah sendiri, kos-kosan saya di blogspot tetap akan difungsikan kok. Yahoo

Oh yah, buat teman-teman yang ingin memiliki hosting dan domain sendiri (gratis), saat ini biang web sedang mengadakan blogging contest, lumayan lho, pemenangnya bisa dapet rumah blog sendiri tanpa perlu ngekos lagi di blogspot atau wordpress. Yang mau join kontesnya bisa klik disini. Teaser

Tuesday, February 2, 2010

My Krik Krik Moments with my Sister

Sudah lewat tengah malam, tapi ga bisa tidur. Yup, beginilah kalo lagi ada ide menulis. Harus segera dilampiaskan sampai tuntas tas tas tas. (Diapet mode: ON). Funky Dance

Definisi:
Krik krik moments, diartikan sebagai sebuah kejadian yang menciptakan keheningan sejenak dalam sebuah percakapan. Hal ini kerap terjadi karena percakapan yang gak nyambung. Dalam film, situasi seperti ini biasanya diisi oleh suara jangkrik, krik krik krik, makanya saya menyebutnya krik krik moment.

Hari ini saya kembali mengalami krik krik moment dalam beberapa sesi percakapan saya dengan kakak. Biasanya percakapan kami dimulai di atas jam 10 malam karena kakak baru nyampe rumah paling cepat jam 9 malam. Krik krik moment kali ini, entah terjadi karena kami sama-sama capek setelah seharian bekerja membanting tulang atau karena memang kami memiliki ketertarikan terhadap hal yang berbeda. She watches Metro TV and TV One whilst I watch Star World and AXN plus TPI (nah loh, ketauan suka dang-dutan) Sky. She updates political situation in country and I update my blog regularly. Lihatlah betapa banyak kemungkinan krik krik moments dalam interaksi kami.



Krik krik moment No.1 (Grammy versus Deklarasi Nasional Demokrat)

Saya dan Kakak sedang nonton di depan tivi di ruang tamu. Kakak memegang remot tivi dan sedang menyimak deklarasi Nasional Demokrat, sedangkan saya pengen nonton Grammy.

"Eh, ada Grammy tuh di Star World", mencoba membuka percakapan.

Hening Sejenak.

"Wah ada dua perempuan yang ikut dalam deklarasi Nasional Demokrat", Kakak akhirnya membalas sapaan awalku, masih tak melepaskan tatapan dari tivi.

"Ada nominasi apa yah di Grammy sekarang," saya melanjutkan percakapan.
"Nah kalo ini pertunjukan tari-tarian Nusantara dalam rangka deklarasi ini", Kakak menimpali.

KRIK KRIK KRIK

Yeah, I know that finally I got no grammy tonight as my sister didn't change the channel to Star World. Русский

Krik Krik Moment No. 2 (Blog vs Apartemen)

Saya sedang melintasi ruang tamu untuk mengambil minum dan kakak masih leyeh-leyeh depan tivi sambil sesekali main laptop yang terduduk manis di depannya.

Saya mencoba menyapa: "Kayaknya saya mau punya domain blog sendiri deh. Ternyata ada juga beberapa orang yang sudi membaca blog ku. Dan saya sudah punya ide mau nulis apa di blog itu nanti".

Kakak tersenyum, lalu menimpali: "Masak sih apartemen aja sampe 27 juta per bulan, emang isi nya apa aja yah terus pelayanannya seperti apa?"

KRIK KRIK KRIK

Saya langsung bertolak ke kamar karena percakapan kami sedang jaka sembung alias ga nyambung.

"Cipu... Cipu... Cipu", Kakak kali ini memanggil. Dengan tergesa-gesa saya ke ruang tamu, "Ada apa", saya bertanya.
"Eh liat deh kamar ini, interiornya minimalis banget yah sayang ruangannya kecil", kata Kakak sambil menunjuk sebuah image di layar laptop. Saya cuman senyum sejenak dan kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur.

Another KRIK KRIK KRIK

"Cipu ... Cipu ... Cipu, sini deh", kakak memanggil lagi. Saya yang sudah hampir terlelap kembali menuju ke ruang tamu, kali ini dengan kaki terseret.
"Kalo kamar yang ini kelihatannya unik yah?" masih merujuk pada gambar kamar apartemen yang terpampang di layar laptop di depannya. Sekali lagi saya tersenyum dan kembali ke kamar lagi. Oh my God, She is still on the same subject.

The last KRIK KRIK KRIK of the day.

Guys, begitulan cara kami berkomunikasi. Nampaknya kami memang tidak nyambung tapi inilah cara kami untuk saling menyampaikan pesan. Bukankah komunikasi tidak mensyaratkan keharusan dua arah ketika kita melakukannya. Esensi komunikasi sendiri adalah exchange of thoughts, messages, or information, as by speech, signals, writing, or behavior. ScenicJadi, sepanjang pikiran, pesan atau informasi sudah tersampaikan dengan cara apapun, maka proses komunikasi telah terjadi.

Meskipun saya dan kakak punya interest yang berbeda, kami mencoba mencari kesamaan yang mungkin bisa menjembatani perbedaan interest kami. Biasanya sih kami karaoke atau nonton, and she will always treat me. I am a good and shameless karaoke singer and she is an insane backing vocalist. Hehehe. FYI, she is a nice sister.

Nah, do you have krik krik moment as well with your siblings? Share it here!!!!.