Tuesday, November 24, 2009

Hmmm judulnya apa yah?? (thinking)

Cerita ini terjadi tahun 2007. Saya pernah ditugaskan ke Surabaya untuk menerjemah sebuah meeting yang diadakan kantor. Waktu itu saya harus menerjemah untuk seorang ekspat asal Pakistan. Karena trip tersebut menjadi trip pertama saya setelah diterima di tempat saya bekerja sekarang, I tried to perform as good as I can (maklumlah anak baru.... lagi nyoba eksis di kantor). I gave my all, biar bisa diakui bahwa memang saya mampu menerjemah dengan baik. Termasuk beberapa permintaan yang sebenarnya di luar TOR ku, seperti nemenin ekspatnya belanja oleh oleh atau makan malam di luar. But i did it voluntarily.

Waktu itu malam terakhir kami di Surabaya, temen-temen admin dan beberapa peserta dan sang ekspat rencana mau nonton film "Nagabonar Jadi Dua". Saya pun ikut nonton. Sang ekspat yang juga pengen nimbrung nonton mau tak mau membutuhkan penerjemah. Dan karena saya penerjemah baru, saya lah yang harus menerjemah untuk sang ekspat. Sepanjang film, saya mencoba menerjemahkan dialog demi dialog. Dan memang tidak mudah menerjemahkan daily conversation but I worked my ass off to translate it. Lucunya, di setiap adegan lucu, si ekspat pasti telat tertawa karena harus menunggu terjemahannya selesai dulu, hehehehe. Luckily, my interpreting service during the movie went well. Sang ekspat bisa mengerti jalan ceritanya dan dia dengan jujur mengakui kalo pelem nya bagus banget. Fiuhhhh..... Lega..... Seminggu kemudian, dia mengajak anak istrinya untuk menonton pelem yang sama di sebuah bioskop di Jakarta. Untungnya, saat itu saya tidak dipanggil (lagi) menerjemah untuk anak bininya. I think he interpreted the movie himself.

Sebulan kemudian, saya ditugaskan lagi bersama sang ekspat. Kali ini ke Semarang. Berbekal pengalamannya bahwa saya menerjemah pelem dengan baik, dia ngajak nonton lagi. Kami pun ke daerah simpang lima. Sesampai di bioskop, kami melihat ke papan "NOW PLAYING". Hanya satu pelem lokal yang diputar. Judulnya "SUSTER NGESOT", se he asked me

Sang Ekspat (E): Hey, there is one Indonesian movie (Hey, ada satu pelem Indonesia)
Saya (S) : Yes sir, It is "SUSTER NGESOT". (Ya pak, judulnya "SUSTER NGESOT")
E : Yes, I can read the title. Cipu. But what does the title mean?? (Iya, Cipu. Saya bisa baca judulnya kok. Arti nya apa yah??)
S : (bengong sejenak sambil berkonsentrasi menerjemahkan "SUSTER NGESOT", the most difficult term to translate so far)
E : Do you know the meaning? (tau gak artinya??)
S : ehmmmm mmmmmm CRAWLING WITH BOTTOM, sir??
E : WHat???? I wonder how can someone crawl using bottom (Saya membayangkan bagaimana yah merangkak dengan bokong)

Sang ekspat gak yakin dengan jawabanku....sambil memandang dengan tatapan seribu jarum

S : (Pura-pura cuek.....) But i think the movie is not interesting, just a horror movie (sepertinya pelemnya gak bagus deh, pelem horor biasa kok)
E : (Akhirnya menyerah juga)
Oke then, we better have our dinner (Oke kalo gitu, mending kita makan malam saja)
S: (dalam hati) YESSS OH YESSS, ga jadi dapet kerjaan tambahan.

Sepulang ke Jakarta, saya ceritakan ini ke teman-teman di kantor. Akhirnya dia baru bisa mengerti apa NGESOT itu setelah salah satu rekan kantorku secara sukarela mempraktekkan "NGESOT" di depan sang Ekspat.

And the last comment from him was:

"Yesss, indeed it is truly crawling with bottom" (Ohh ternyata bener yah, Ngesot itu merangkak dengan pantat)

JYAAAAAAAAAAH, kan sudah kubilang Pak (doh) (doh) (doh)


Monday, November 16, 2009

Siang Seru bareng Retri


Bermula dari kopi darat tak sengaja kami di Bandara Soekarno Hatta bulan Mei lalu, persahabatan saya dengan Retri terus berlanjut. Kami beberapa kali bertemu, baik secara sengaja maupun tak sengaja. Sebenarnya sudah lama pengen jalan bareng si kunyuk satu ini, maklum dia sudah backpack ke banyak tempat dalam negeri maupun luar negeri, kan lumayan bisa sedikit menimba ilmu travelling langsung dari sumbernya.

Setelah tertunda beberapa kali karena kami sama sama sibuk, finally we really met again yesterday.....

Date/Time : Sunday, 15 November 2009 / Pukul 12:30
V e n u e : Halte Busway GOR Soemantri
Destination : Rumah Makan Pelangi @ Jalan Wahid Hasyim dan Gramedia Matraman
Mode of Transportation : BUSWAY lah, masa mercy... kan gak mungkin :D
(kek nulis undangan yah, hehehe)

Pertemuan memang sengaja di set pas jam makan siang, so begitu ketemu Retri tujuan pertama adalah nyari makan. Rumah makan pelangi di Jalan Wahid Hasyim menjadi tujuan pertama kami. Disini, menunya umumnya makanan khas Makassar seperti Mie Titi, Pisang Ijo, Pallubutung, Sop Saudara, Jalangkote, Baronggo dll dsb, namun ada juga menu non Makassar yang terkenal dari tempat ini, seperti Nasi Goreng Merah.

Kami berdua memesan Mie Titi yang jadi menu andalan tempat ini. Dan mulut ini terasa minta nambah suapan terus karena mie kriuk kriuk yang disiram dengan kuah kental plus seafood dan ayam ini memang enak.

Setelah selesai makan dan menyelesaikan perhitungan dengan ibu kasir di Pelangi, kami menuju ke destinasi selanjutnya. Dengan busway, kami menuju ke Gramedia. Si Retri berbaik hati nungguin saya beli komik. Setelah beli buku, tak lupa kami mampir di lantai 1 untuk sekedar cuci mata liat liat ransel kecil buat backpack an. Guess what, sodara sodara? We were attracted to one Eiger bag, yang membuat kami (tanpa berpikir terlalu panjang dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya) akhirnya membeli tas itu. I pick the blue one and she preferred the green one. Rasanya pengen ngasih Superpoke deh ke Retri karena telah berhasil membuatku tergiur buat beli tas ransel kecil itu, tapi mengingat tas nya emang lumayan keren, superpoke nya dibatalkan....

Meskipun, memang kami tidak mengunjungi tempat tempat yang spesial, but we did share a lot stories on our way to such places. Dan mengingat kami hobi ngakak, jadilah orang orang busway mendelik sebel karena asyiknya kami cerita plus ngakak dot com di tempat umum. Seharusnya memang ada tanda larangan ngakak di busway, hehehehe.

Oh iya di Gramedia saya dan Retri sempat menemukan buku notes kecil yang harga nya 2000 rupiah sepuluh biji lo.......
murah kan??? hehehehe, cuman bayar 2000 bisa dapet 10 biji, wakakakakak

mie titi picture is taken from www.surgamakan.wordpress.com

Wednesday, November 4, 2009

my deepest sorry for her

Saya merasa banyak yang berubah dalam hubungan saya dengan kakak belakangan ini. Kami jarang bertegur sapa, jarang ketemu karena kesibukan kami masing-masing. Saya sering harus meninggalkan Jakarta, begitupun dia. Kesimpulannya, frekuensi pertemuan ku dengan kakak tidak seintens dulu lagi. Hal ini tentunya berimplikasi pada kehidupan kami sehari-hari. Kami jarang berkomunikasi langsung karena dia tiba di rumah saat saya sudah tertidur pulas dan saya berangkat ke kantor saat dia masih istirahat di kamarnya. Kesibukan kakak mengharuskan dia untuk berpindah dari satu hotel ke hotel lain, menghadiri meeting yang satu ke meeting yang lain. Pun saat dia di Jakarta, dia jarang menginap di rumah.

Sikap saya sendiri sama kakak mulai berubah, saya sering ketus saat kakak melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar kebersihan rumah, soal potongan rambutku dan hal-hal remeh lainnya. Entah, saya cepat banget merasa emosi saat kakak menanyakan hal ini hal itu, dan lebih banyak mengurung diri di kamar saat dia sedang di rumah. Saya kerap mendengar Kakak pulang tengah malam dan besok pagi nya sudah harus kembali ke hotel lagi untuk melanjutkan meeting nya. Kadang berpikir juga sih, " Kok Kakak bela-belain pulang ke rumah yah padahal dia pasti dapat jatah nginap di hotel tempat pelaksanaan acara, biasanya dapat presidential suite pula. Aneh.........!!!!"

Minggu lalu, saya sempat ngorbrol dengan driver kakak.

Saya (S) : Pak, Kakak masih sibuk yah?
Driver kakak (D): Oh iya dek, Ibu itu sibuk banget sekarang. (Her driver always calls her "Ibu")
S : Jadi masih akan nginap terus di luar rumah yah pak?
D : Sepertinya gitu, dek.
S : Owwwwww .......... (terdiam)

Lima menit kemudian:
D : Tapi, akhir akhir ini, kalo ibu meetingnya di Jakarta, pasti ibu minta dianter pulang ke rumah. Padahal ibu dapat jatah hotel lho dek.
S : (manggut-manggut). Kenapa yah Pak?
D : Katanya, Ibu pengen pulang biar bisa ketemu Cipu, biar bisa ngobrol sama Adek. Sekarang katanya jarang ketemu yah.....

D E G ! ! !

Oh ini toh, alasannya kakak selalu pulang ke rumah meski dia dapat jatah hotel. Kadang pulang jam 12 malam, malah kadang sampe jam 2. SHE SIMPLY WANTS TO SPEND TIME WITH HER BROTHER!!! That's it. Saya langsung merasa sangat bersalah. WHAT SHE GOT IN RETURN... Yang kakak dapatkan selama ini kalo sampe rumah adalah: adeknya yang (kadang) pura pura pulas, adek nya yang cuek bebek, adeknya yang keasyikan sendiri di depan layar laptop, adeknya yang sudah punya kesibukan sendiri dengan teman-teman barunya, adeknya yang selalu berusaha menghabiskan weekend dengan teman-teman barunya dan (sering) lupa menghabiskan waktu dengan sang kakak. And what makes me feel more guilty is that SHE DOESN'T COMPLAIN ME ABOUT MY "GOOD" ATTITUDES TO HER.

I really feel GUILTY this time. Benar-benar merasa kejam....