Monday, October 26, 2009

B.O.D.O.H


Hari itu, Minggu pagi tanggal 25 Oktober 2009. Saya bersiap-siap berangkat ke Yogya karena ada tugas kantor. Kebetulan pesawatnya jam 9.25 pagi. Bangun jam 5, serasa masih pengen tidur tapi apa daya dapat nya flight pagi; sholat subuh, terus mandi dan packing sambil tetap terkantuk-kantuk. Jam 7, saya sudah start dari kediaman menuju Blok M naik delman istimewa kududuk di muka eh salah maksudnya naik taxi.

Kenapa ke Blok M? Karena mau naik Damri Bandara
Kenapa gak langsung naik taksi aja ke Bandara? Karena ternyata lebih irit naik Damri hingga 50% dibanding naik taksi langsung ke Bandara

Pak Sopir Damri pun sepertinya pengertian, ngetem nya gak lama. Bus Damri meluncur mulus menembus Sudirman dan masuk tol. Dan pukul 8.30 saya sudah sampai di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. Segera saya mengikuti antrian general check-in. Tidak lama kemudian, saya sudah di depan check-in counter, menyerahkan eticket yang sudah dicetak. Percakapan singkatpun dimulai antara Saya (C) dengan mbak (M)yang bertugas di check in counter:

C : Mbak, minta seat yang Window yah (sambil menyerahkan eticket)
M : Baik Pak (mencocokkan data di eticket dengan database yang ada di komputer)
...............................................
M : Bapak berangkat hari ini yah? (sambil menatap saya dengan bingung)
C : Iya Mbak.... Ada yang salah yah mbak??
M : Gini pak, sekarang kan tanggal 25, nah di tiket bapak tertulis kalau keberangkatan bapak ke Yogya bukan tanggal 25 tapi tanggal 26 (menyodorkan kembali eticket ke hadapanku)
C : (mengambil eticket dan mengecek tanggal nya) berkata dalam hati: oh iya, saya sehari lebih cepat ke bandara. benar, ternyata keberangkatannya tanggal 26, bukan hari ini
C : (bergegas mengambil kembali bagasi dan segera mencari bus Damri kembali ke Blok M).

Hehehe, benar-benar tengsin rasanya. Gara-gara ceroboh tidak memperhatikan tanggal di tiket, saya jadi rugi ongkos PP ke Bandara. Plus, tidur dhuha jadi terlewatkan, mana gak sempet sarapan lagi ... nasiiiiib

But let see the positive side, mending lebih cepat sehari datang ke bandara daripada telat sehari datang ke bandara kan? Heheheheh

Sunday, October 18, 2009

My low budget travel to Singapore and Kuala Lumpur

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman ku minggu lalu dengan 3 orang teman saat melakukan perjalanan ke Singapura - Johor Baru - Kuala Lumpur (Mila, Lenia dan Gunar). Tapi kali ini, saya menulis tentang pengeluaran saya selama perjalanan ini, bukan detail perjalanan saya.

Let's get it started:

Pengeluaran Hari 1
Dalam Dolar Singapura

Tiba di Singapura: Pukul 14:00
  • MRT dari Airport ke Stasiun Bugis ($2,6) --> Menuju ke GUest House
  • Lunch Nasi Briyani + Teh Tarik ($5,9) --> Restorannya tepat di lantai 1 Guest House, Halal kok
  • Dinner Martabak + Teh Tarik ($3,7) --> idem
  • Sewa Kamar di Cozy Corner Guest House ($14) --> Terletak di daerah Bugis tepatnya di NOrth Bridge Road Street
  • Gembok ($5) --> Buat menggembok lemari di Guest House
  • Buku catatan ($2) --> Untuk mencatat pengeluaran dan detail-detail perjalanan
  • Bus dari Bugis ke Little Indian Pulang Pergi ($2) --> Menuju ke kawasan toko toko bernuansa India, yang kebetulan sedang merayakan deepavali day.
  • Total Day Pengeluaran Hari 1: $35,2
Catatan Hari pertama: ternyata kami tidak salah memilih guest house karena kami bisa ke Esplanade, Merlion Park dengan berjalan kaki. Pun terhitung dekat dengan tempat-tempat lain seperti Arab Street dan Little India

Pengeluaran Hari 2
(Masih) dalam Dolar Singapura
  • Beli pisang setelah sholat subuh di Sultan Mosque ($ 0,65)
  • Breakfast : GRATIS --> Guest house menyiapkan roti dan selai untuk pengunjungnya, tapi ingat cuci piring setelah pake peralatan makan yah
  • Bus, dari North Bridge Road ke Orchard ($1) --> Tapi kami telat turun bis yang akhirnya membawa kami ke daerah Dolby Gauth
  • MRT, dari stasiun Dolby Gauth - Somerset ($1,1) --> akhirnya sampai ke Orchard sekalian jumatan
  • MRT, Stasiun Somerset - China Town ($1,1) --> Tempat nyari oleh oleh
  • MRT, China Town - City Hall ($1,1) --> Menikmati Esplanade sore hari
  • Lunch Nasi Padang di Lucky Plaza Orchard ($7,5)
  • Menikmati Kelapa Muda di Food Court belakang Esplanade ($3,6)
  • Bus dari Singapura ke Johor Baru ($2,4) --> Naik bus nya di Queen Street Bus Station, dan untuk mencapai stasiun ini kami cukup berjalan kaki dari Guest House kami
  • Total Pengeluaran Hari ke 2 = $18,45
Catatan: Hari kedua kami tidak sempat dinner karena harus mengejar kereta di Johor Baru dan harus melalui imigrasi Singapura dan Malaysia yang pada hari itu antriannya panjang banget nget nget. Sempat ber-amazing race, dan thanks God bisa tiba di stasiun Johor berkat bantuan dua cewek Malaysia keturunan Tionghoa yang kami beri nama Lingling dan Shanchai (Maaf lupa nanya nama mereka karena kami terlalu senang tidak (jadi) ketinggalan kereta)


Pengeluaran Hari 3
Kali ini dalam Ringgit
  • Tiket kereta Johor Baru - Kuala Lumpur (RM 40) --> Berangkat jam 11 malam nyampe jam 7 pagi di Kuala Lumpur Central Station
  • Monorail dari Kuala Lumpur Central Station ke KLCC (Petronas Tower) (RM 2,4) --> Buat ngantri tiket untuk ke Petronas Tower (Gratis lo tiket naiknya)
  • Sarapan Roti Telur + Sarden + Teh Tarik (RM 4) --> di kantin murah meriah dekat petronas
  • Sewa Guest House di Bedz KL (RM 32) --> Menuju ke guest house, cukup berjalan kaki sejauh 15 menit dari Petronas Tower ke arah Bukit Bintang
  • Bayar tiket hop on hop off (RM 38) --> dengan tiket ini, kita bisa mengunjungi sejumlah spot terkenal di Kuala Lumpur, tiketnya valid selama 24 jam :D
  • Makan Siang Tom Yum dan Lemon tea di Central market (RM 8,9) --> Ke central market menggunakan jasa bus hop on hop off
  • Makan malam GRATIS Cihuiiiiiiiiiiiiiii.. ditraktir keluargaku yang kerja di Kuala Lumpur, tempatnya di NZ cafe persis depan Petronas, thanks to my nephew Fadli
  • Monorail Bukit Bintang - Chowkit (RM 2,1) --> Menikmati nikmatnya komuter di malam hari.
  • Total pengeluaran hari ke tiga : RM 136,3
Catatan hari ketiga: Karena waktu yang padat, Bus Hop on hop off menjadi alternatif kami mengelilingi tempat tempat penting di Kuala Lumpur


Pengeluaran Hari 4
Dalam Ringgit

  • Sarapan Nasi Lemak + Cumi di Chinatown (RM 4)
  • Perjalanan ke bandara sekali lagi GRATIS, dibayarin oleh temannya Lenia, Mr James, yang juga sekalian mentraktir kami makan siang. Thanks Sir.

Total Pengeluaran Keseluruhan = Hari 1 + Hari 2 + Hari 3 + Hari 4
= $35,2 + $18,45 + RM 136,3 + RM 4
=$53,65 + RM 140,3 (asumsi 1 dolar singapura = IDR 6800 dan 1 Ringgit = IDR 2800)
= IDR 364.820 + IDR 392.840
= IDR 757. 660 (mmmm angka yang lumayan murah kan?? )

Peringatan :
  1. Pengeluaran di atas diluar tiket pesawat Jakarta - Singapore yang dibeli seharga IDR 350.000 dan tiket Kuala Lumpur - Jakarta seharga IDR 450.000 (Pake airasia)
  2. Pengeluaran di atas juga belum termasuk oleh oleh.
  3. Saya kurang memiliki pengeluaran untuk beli air mineral karena saya bawa botol minuman sendiri :D
  4. Hasil akan selalu berbeda untuk tiap orang, jangan salah kan penulis kalau ternyata budgetnya jauh lebih dari itu. Piss
Selamat mencoba, semoga resep ini manjur buat semuanya....

Thursday, October 1, 2009

One fun day in Bogor

Sebelum memulai cerita ini, mari kuperkenalkan terlebih dahulu para pelakon dalam cerita ini. Inilah mereka:

Ki-Ka: Saya, Pagit, Lili, Debi, Bayu

Akhirnya rencana kami untuk berwisata ke Bogor terwujud juga. Maklum makhluk makhluk yang ada di atas ini susah banget disatukan jadwalnya, semuanya super sibuk.

Dimulai hari Minggu jam 6:30 saya dibangunkan dengan dering durjana hape ku... A call from Debie.....dengan malas kuangkat "Halo........". "Cipu, gua udah di tol nih, tunggu gua di tempat lo yah, abis itu kita naik taxi ke stasiun gondangdia", suara merdu Debi membuatku sadar kalo hari itu saya ada janji mau ke Bogor sama teman-teman. Saya bergegas mandi,tak lupa gosok gigi dan mencuci kaki (pay attention to the rhyme, heheheh). Jam setengah 8, saya dan Debi sudah sampai di stasiun Gondangdia dan disambut oleh Lili dan Bayu yang sudah lebih duluan sampai. Untung si Lili bawa sarapan, soalnya saya gak sempet sarapan. Menurut jadwal kereta Ekonomi AC akan melewati Stasiun Gondangdia pukul 07:45. Jadi kami menunggu keretanya sambil berfoto narsis, lumayan jadi pusat perhatian. Pukul 07.33, sebuah pengumuman berkumandang kalo kereta tujuan Bogor akan lewat, tapi pengumumannya memang gak jelas, seperti suara kumur-kumur. Pukul 07.35 Sebuah kereta berhenti sejenak di Stasiun Gondangdia, tanpa ragu saya naik diikuti ketiga teman yang lain. Mungkin karena yang saya temani orang orang desa, di kereta sesi foto foto pun terus dilanjutkan, pengalaman pertama naik kereta kali, kasian sekali mereka. Pada saat pemeriksaan karcis, baru ketahuan kalo kami salah naik kereta. Kami yang seharusnya naik kereta Ekonomi AC, ternyata naik Pakuan Express yang harga tiketnya lebih mahal. Sempat dipelototin sama Bapak Tukang Karcis, tapi berkat kelihaian si Debi yang mengajak Bapak Karcis berfoto, kami terhindar dari denda, kami cukup membayar kekurangan pembayaran, cukup membayar suplisi sebesar IDR 5500.

(Foto ini lah yang berhasil menyelamatkan kami dari denda pak kondektur, fiuuhhh thanks to Deb and Lili)

Sesampai di Stasiun Bogor, kami menelepon Tuan Rumah Pagit, ternyata sodara sodara :Pagit baru bangun. So, kami memilih nongkrong (baca: sarapan Bagian kedua) di Dunkin Donuts stasiun untuk menunggu Pagit. Pagit datang sambil ngos-ngosan sejam kemudian, dengan rambut awut awutan dan muka penuh perasaan bersalah . Kata maap tak berhenti diucapkan oleh Pagit. Untungnya kami berempat pemaaf dan tak makan sabun, jadilah Pagit kami maafkan.

Agenda selanjutnya, mmmm ke Makaroni Panggang (baca: Sarapan Bagian Ketiga). Berbekal pemandu yang handal (Pagit), tak sulit bagi kami menemukan tempat makan bermenu utama makaroni panggang ini. Tak berapa lama, makaroni terhidang di depan kami. Dan saya baru sadar, disuguhi makanan pun tak membuat kami berhenti berceloteh, dasar semuanya bawel (Sampai-sampai waiter nya senyum-senyum terus memperhatikan kami). Jujur menurutku, makaroni nya biasa saja, tidak terasa pengen nambah, yang bikin makanan ini ludes mungkin karena kami makan nya keroyokan. The food is not really special.

Perjalanan dilanjutkan ke Kebun Raya Bogor (KRB) sambil berjalan kaki. Jarak dan panasya lumayan buat bikin ketek berbusa. Di jalan, sesi pemotretan masih terus berlanjut. Entah dapet ilham darimana semuanya pada hobi foto di jalan umum (termasuk saya, hehehehe). Ini beberapa hasil jepretan di jalan menuju ke KRB:


Kapan pun dimanapun, kamera terus membidik kami, termasuk di jalan raya

Memasuki KRB, jyaaaaaaaaaaaaah banyak banget pengunjungnya, tidak sesepi yang kubayangkan. Tapi udah bayar karcis masuk juga.....hehehehe. Pohon-pohon rindang memang menjadi daya tarik KRB, tak heran banyak pasangan sejoli yang memilih tempat ini untuk pacaran. Debi langsung bilang, "GO GET A ROOM", kami cuma bisa meng-AMIN-i. Berjalan mengelilingi tempat ini sungguh menyenangkan, meski suasana KRB hari itu cukup crowded, namun tak mengurangi kenyamanan tempat ini. Berbagai pose pun dicoba dalam sesi pemotretan KRB. Setelah puas dan lelah mengelilingi KRB, our stomach sings keroncong song (perut kami keroncongan maksudnya), harus segera cari pemadam kelaparan nih. Untungnya, di dalam kompleks KRB, ada cafe dedaunan yang menunya lumayan komplit. Suasananya pun oke punya, bikin betah apalagi dengan pemandangan Kebun Raya yang terbentang di depannya. Mmmm ngadem dulu ah.....
>

Next stop: Factory Outlet, shake your belonging and step carefully. Yap bener sekali, ketiga gadis ini sepertinya memang sudah gatal pengen belanja di FO setelah memuaskan hasrat jalan-jalan di KRB. Dan sepertinya Debi berhasil menjarah beberapa FO, belanjaannya banyak banget cuy. Sebelum pulang, menuju ke Jakarta kami menyempatkan ke toko apple pie buat dibawa pulang sekalian icip icip di lesehannya. I tell you what?? Selai apel nya manis sekali... Apple pie pesananku saja gak abis saking manisnya.





Dan begitulah sehari kisah saya dan teman-teman di Bogor. Thanks to Pagit yang sudah meluangkan waktunya sehari untuk menjadi guide kami yang handal. Hihihihhi. Kami pulang dengan naik Pakuan Express (kali ini kami yakin kami gak salah naik kereta). Meski sempat terjepit pintu kereta di stasiun Gondangdia, it didn't ruin my day mmmm our day, hehehehe. Kami pun berpisah untuk berjumpa lagi............ keesokan harinya di kantor dalam suasana yang tentunya berbeda.