Wednesday, August 19, 2009

Ternyata Naik Kereta Enak Juga (Cerita Anak Kampung yang Baru Naik Kereta)


Sudah lama saya ingin sekali mencicipi bagaimana rasanya naik kereta dari Jakarta ke Bogor atau mungkin ke Depok, tapi selalu saja ada halangan. Kalau naik kereta antar provinsi seperti ke Yogya, Cirebon sih sudah sering, tapi kalau kereta jarak pendek, sumpah belom pernah. Tentunya sebagai warga ibukota yang tidak punya KTP Jakarta, Busway selalu jadi pilihan utama untuk berkeliling kota. Namun mengingat bahwa jalur busway belom sampai ke Depok apalagi Bogor, alternatif lain untuk ke tempat-tersebut adalah naik bus, angkot, atau kereta.

Akhir-akhir ini saya harus kerap mengunjungi daerah Depok, Citayam dan Bogor. Awalnya, saya masih keukeuh gak mau naik kereta karena acap kali mendengar cerita-cerita tentang copet, jambret dan ketek (Maksudnya selain di kereta banyak copet dan jambret, katanya di kereta juga banyak yang bau ketek) dari teman-teman pengguna setia kereta api kelas ekonomi (sampai sampai punya frequent flyer segala). Awalnya, saya masih mempercayakan kepergian ku ke Citayam/Depok pada angkot jaya yang dengan setia mengantarku ke Depok dan menurunkanku dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya untuk berganti ke angkot berikutnya. Diluar hari kerja, saya bisa sampai Citayam dalam waktu 2 jam pemirsa (bayangkan betapa banyak keringat yang kukucurkan dan betapa menyengatnya bau badanku setelah bermandi peluh di angkot selama dua jam, mana ngetemnya lama lagi). Yang bikin tak tahan adalah macetnya, ampooon deh.

(Interior Kereta JR di Jepang)

Sampai minggu lalu, gak tahu kenapa kok tiba-tiba pengen banget naik kereta yah.... Saya akhirnya menuju ke stasiun terdekat dari tempat tinggal, yaitu stasiun Tebet Lautan Peluru (lokasi stasiun nya deket dengan Gudang Peluru, red). Saya baru sadar kalo naik kereta ternyata ada pilihannya, ada yang ekonomi sama ekonomi AC. Sebenarnya kelas ekonomi biasa juga pake AC, cuman bukan air conditioner tapi angin cendela, wakakakak. Saya pastinya memilih ekonomi AC, malas desak-desakan. Masuk ke kereta, ternyata lumayan nyaman, gak sesesak yang kubayangkan, gak seseram yang kutakutkan. Awalnya, bingung nanti saya turunnya dimana yah... Luckily, ada peta jalur kereta api terpampang di setiap pintu kereta jadi memudahkan bagi mereka yang newbie dalam perkereta-apian. Finally, I reach Citayam in less than an hour. Hahaha less time consumption. Pulang ke Jakarta pun akhirnya naik kereta lagi... Ternyata naik kereta itu cukup enak dan cepat (peringatan: saya naik ekonomi AC, hasil testimoni mungkin akan berbeda dengan pengguna kelas lain). Catatan, kalau mau naik kereta, sebaiknya pantau dulu jadwal keberangkatan kereta , biar gak kelamaan nunggu keretanya di stasiun. Naik ekonomi AC jadi serasa naik JR (kereta api di Jepang), maklum kereta yang digunakan di sini memang asalnya dari Jepang. Heheheh... Piss