Kejadiannya sudah lewat seminggu sebenarnya, namun tak ada salah nya untuk diceritakan bukan? Cerita kopdar ini juga sudah dipublikasikan oleh
Retri di blog nya, tapi mungkin postingan ini akan lebih menguatkan bahwa kopdar saya dan Retri memang kopdar yang unik.

Sabtu pagi itu saya lagi siap-siap ke Makassar (tugas sekalian pulang kampong, hehehe), flightnya jam 7, jadi udah harus berangkat jam 5 dari rumah ke bandara. Sampe bandara, semuanya berjalan normal- normal saja, nothing special. Perut keroncongan…. Makan apa yah? Melirik kanan kiri, roti boy sepertinya lumyan buat ngganjel perut. Setelah menenteng roti boy di tangan (hehehe masak menenteng di perut), saya coba cari tempat duduk. Untungnya depan roti boy ada tempat duduk, saya diapit oleh seorang gadis di sebelah kiri dan seorang ibu di sebelah kanan. Sekilas gadis di samping kiri ku nampak asyik membaca novel sambil sesekali cekikikan. “Sepertinya saya kenal gadis ini”. Mukanya familiar banget, tapi dimana yah.
Iseng iseng sok kenal sok dekat, kusapa saja dia dengan sebuah pertanyaan yang sampe sekarang menurutku pertanyaan bego: , “Mbak, blogger yah?”
Si gadis tadi menoleh dengan muka bingung mulut menganga “Iya…….”
Wah gayung bersambut, “Mbak retri kan? Saya Cipu… “
3 detik berselang, kami sama-sama ngakak karena tidak pernah menyangka bakalan bertemu dalam situasi yang unik seperti itu. Cerita pun mengalir….. sampai sebuah panggilan masuk ke ruang tunggu memisahkan kami.
Saya baru sadar sejak pertemuan itu bahwa narsis di blog memang terkadang perlu. Kalau saya dan Retri tidak sedikit narsis di blog, our sudden coffee land (kopdar tak terduga) ini gak bakal terjadi. Kami gak bakal kenal satu sama lain kalo gak memasang foto-foto narsis di blog.
Satu tips untuk coffeelander coffelander (pengopi darat/pengopdar), upload lah foto mu yang paling mudah dikenali sehingga kamu bisa mudah teridentifikasi diluar dunia maya. Heheheheh.