Setelah melepas dua cerita tentang saya dengan counterpart asing saya. Saya jadi ingin menceritakan beberapa kisah lagi tentang mereka yang menurut saya layak untuk diceritakan. 
Rekan asing di kantor, tidak sedikit yang tertarik belajar Bahasa Indonesia. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang mengambil kelas bahasa Indonesia di Wisma Bahasa Yogyakarta. Tujuannya mungkin karena mereka ingin mencoba berkomunikasi lebih baik dengan kami, para counterpart Indonesia. Kali ini saya akan menceritakan kisah perjalanan saya dengan J, bule Amerika yang masih muda, cantik dan enerjik, serta si E, bule cowok (juga) dari Amerika yang semakin hari semakin Indonesia.
Kisah 1Rekan asing di kantor, tidak sedikit yang tertarik belajar Bahasa Indonesia. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang mengambil kelas bahasa Indonesia di Wisma Bahasa Yogyakarta. Tujuannya mungkin karena mereka ingin mencoba berkomunikasi lebih baik dengan kami, para counterpart Indonesia. Kali ini saya akan menceritakan kisah perjalanan saya dengan J, bule Amerika yang masih muda, cantik dan enerjik, serta si E, bule cowok (juga) dari Amerika yang semakin hari semakin Indonesia.
Kisah ini terjadi saat saya dan J mengunjungi Pulau Madura dan bertemu dengan pihak pemerintah disana. Sudah menjadi kewajiban, bahwa orang asing yang akan melaksanakan kegiatan di desa atau di suatu wilayah harus sowan dulu dengan pemerintah setempat. Pertemuan diawali dengan pertemuan tim kami. Saat itu giliran J memperkenalkan diri, J memang sudah mempersiapkan beberapa patah kata dalam Bahasa Indonesia untuk memulai perkenalan dirinya.
"Selamat pagi, nama saya J. Saya dokter hewan dari Amerika".
Pejabat pemerintah setempat takjub karena si J yang nampaknya masih muda namun mampu bertutur bahasa Indonesia dengan fasih. (Padahal sebenarnya, itu adalah mantra sakti bule kalo mau memperkenalkan diri, dan kalimat ini sudah mejadi template umum). Selanjutnya, si J melanjutkan perkenalannya dalam bahasa Inggris dan kuterjemahkan. Terlihat sorot kecewa dari mata para pejabat karena mereka telah berharap banyak bahwa si J bisa berbahasa Indonesia.
Jadi setelah sesi perkenalan si J, saya langsung berbisik ke J:
"J, it seems that they want to hear more Indonesian from you". (J, sepertinya bapak-bapak itu masih pengen denger kamu berbahasa Indonesia lebih banyak deh...!)
Dengan enteng si J menjawab. "OK! I can tell them the fruits and poultry in Indonesian" (OK! saya bisa menyebutkan kepada mereka nama-nama buah dan nama-nama unggas dalam Bahasa Indonesia".
Saya cuman bisa diam, kebayang kalo niat si J ini dilanjutkan. Pasti perkenalannya akan menjadi sebagai berikut: : "Selamat pagi, nama saya J, saya dokter hewan dari Amerika. Saya makan jambu, nenas, durian. duku, pisang, semangka, dan nangka.......dan saya suka ayam, bebek, entok ......................................"
Oh my God, perkenalan macam apa itu yah, it would be a very awkward introduction session (doh)
Kasus 2
Meeting dimulai jam 8, namun si E ternyata sudah berada di ruang meeting. Dia sedang menikmati sarapannya yang disiapkan oleh pembantu di rumahnya. Iseng kusapa dia dengan menggunakan Bahasa Indonesia versi Ejaan yang Disempurnakan.
S : Selamat Pagi E
E : Selamat pagi.
S : E sedang sarapan yah
E : Yesssss
S : Makan apa?
E : Saya makan I B U.....
S : What???
E : I B U
S ; (memandang E tak percaya). Kamu makan IBU????
Setelah saya melongok ke lunch box nya, ternyata si E sedang menikmati UBI buatan si mbok pembantunya. Duile, kirain makan IBU kandung beneran, hampir saja si E dikutuk jadi batu seperti Sangkuriang
"Selamat pagi, nama saya J. Saya dokter hewan dari Amerika".
Pejabat pemerintah setempat takjub karena si J yang nampaknya masih muda namun mampu bertutur bahasa Indonesia dengan fasih. (Padahal sebenarnya, itu adalah mantra sakti bule kalo mau memperkenalkan diri, dan kalimat ini sudah mejadi template umum). Selanjutnya, si J melanjutkan perkenalannya dalam bahasa Inggris dan kuterjemahkan. Terlihat sorot kecewa dari mata para pejabat karena mereka telah berharap banyak bahwa si J bisa berbahasa Indonesia.
Jadi setelah sesi perkenalan si J, saya langsung berbisik ke J:
"J, it seems that they want to hear more Indonesian from you". (J, sepertinya bapak-bapak itu masih pengen denger kamu berbahasa Indonesia lebih banyak deh...!)
Dengan enteng si J menjawab. "OK! I can tell them the fruits and poultry in Indonesian" (OK! saya bisa menyebutkan kepada mereka nama-nama buah dan nama-nama unggas dalam Bahasa Indonesia".
Saya cuman bisa diam, kebayang kalo niat si J ini dilanjutkan. Pasti perkenalannya akan menjadi sebagai berikut: : "Selamat pagi, nama saya J, saya dokter hewan dari Amerika. Saya makan jambu, nenas, durian. duku, pisang, semangka, dan nangka.......dan saya suka ayam, bebek, entok ......................................"
Oh my God, perkenalan macam apa itu yah, it would be a very awkward introduction session (doh)
Kasus 2
Meeting dimulai jam 8, namun si E ternyata sudah berada di ruang meeting. Dia sedang menikmati sarapannya yang disiapkan oleh pembantu di rumahnya. Iseng kusapa dia dengan menggunakan Bahasa Indonesia versi Ejaan yang Disempurnakan.
S : Selamat Pagi E
E : Selamat pagi.
S : E sedang sarapan yah
E : Yesssss
S : Makan apa?
E : Saya makan I B U.....
S : What???
E : I B U
S ; (memandang E tak percaya). Kamu makan IBU????
Setelah saya melongok ke lunch box nya, ternyata si E sedang menikmati UBI buatan si mbok pembantunya. Duile, kirain makan IBU kandung beneran, hampir saja si E dikutuk jadi batu seperti Sangkuriang






. 






