Travel Countdown

Daisypath - Personal pictureDaisypath Vacation tickers

Wednesday, February 10, 2010

another funny moments with bule

Setelah melepas dua cerita tentang saya dengan counterpart asing saya. Saya jadi ingin menceritakan beberapa kisah lagi tentang mereka yang menurut saya layak untuk diceritakan. Scenic

Rekan asing di kantor, tidak sedikit yang tertarik belajar Bahasa Indonesia. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang mengambil kelas bahasa Indonesia di Wisma Bahasa Yogyakarta. Tujuannya mungkin karena mereka ingin mencoba berkomunikasi lebih baik dengan kami, para counterpart Indonesia. Kali ini saya akan menceritakan kisah perjalanan saya dengan J, bule Amerika yang masih muda, cantik dan enerjik, serta si E, bule cowok (juga) dari Amerika yang semakin hari semakin Indonesia.
sayang, mereka sudah tak disini lagi :)
Kisah 1

Kisah ini terjadi saat saya dan J mengunjungi Pulau Madura dan bertemu dengan pihak pemerintah disana. Sudah menjadi kewajiban, bahwa orang asing yang akan melaksanakan kegiatan di desa atau di suatu wilayah harus sowan dulu dengan pemerintah setempat. Pertemuan diawali dengan pertemuan tim kami. Saat itu giliran J memperkenalkan diri, J memang sudah mempersiapkan beberapa patah kata dalam Bahasa Indonesia untuk memulai perkenalan dirinya.

"Selamat pagi, nama saya J. Saya dokter hewan dari Amerika".

Pejabat pemerintah setempat takjub karena si J yang nampaknya masih muda namun mampu bertutur bahasa Indonesia dengan fasih. (Padahal sebenarnya, itu adalah mantra sakti bule kalo mau memperkenalkan diri, dan kalimat ini sudah mejadi template umum). Selanjutnya, si J melanjutkan perkenalannya dalam bahasa Inggris dan kuterjemahkan. Terlihat sorot kecewa dari mata para pejabat karena mereka telah berharap banyak bahwa si J bisa berbahasa Indonesia.
Jadi setelah sesi perkenalan si J, saya langsung berbisik ke J:

"J, it seems that they want to hear more Indonesian from you". (J, sepertinya bapak-bapak itu masih pengen denger kamu berbahasa Indonesia lebih banyak deh...!)

Dengan enteng si J menjawab. "OK! I can tell them the fruits and poultry in Indonesian" (OK! saya bisa menyebutkan kepada mereka nama-nama buah dan nama-nama unggas dalam Bahasa Indonesia".

Saya cuman bisa diam, kebayang kalo niat si J ini dilanjutkan. Pasti perkenalannya akan menjadi sebagai berikut: : "Selamat pagi, nama saya J, saya dokter hewan dari Amerika. Saya makan jambu, nenas, durian. duku, pisang, semangka, dan nangka.......dan saya suka ayam, bebek, entok ......................................"

Oh my God, perkenalan macam apa itu yah, it would be a very awkward introduction session (doh)

Kasus 2

Meeting dimulai jam 8, namun si E ternyata sudah berada di ruang meeting. Dia sedang menikmati sarapannya yang disiapkan oleh pembantu di rumahnya. Iseng kusapa dia dengan menggunakan Bahasa Indonesia versi Ejaan yang Disempurnakan.
S : Selamat Pagi E
E : Selamat pagi.
S : E sedang sarapan yah
E : Yesssss
S : Makan apa?
E : Saya makan I B U.....
S : What???
E : I B U
S ; (memandang E tak percaya). Kamu makan IBU????

Setelah saya melongok ke lunch box nya, ternyata si E sedang menikmati UBI buatan si mbok pembantunya. Duile, kirain makan IBU kandung beneran, hampir saja si E dikutuk jadi batu seperti Sangkuriang rofl

Sunday, February 7, 2010

Hilarious Moments with the Bule

Menjadi penerjemah, menuntut saya untuk siap diboyong kemana saja oleh Bule-bule di kantor. Umumnya sih mereka-mereka yang saya temani ke field adalah orang-orang yang pernah merasakan susah nya bertugas di desa, apalagi banyak diantara mereka yang pernah bertugas di Afrika. So, Indonesia is not really a big deal for them compare to what they have experienced in Africa. Saya selalu merasa beruntung jika saya diminta untuk menemani mereka yang usianya lebih tua, karena bisa belajar banyak dari mereka. Selain itu, mereka tidak banyak tingkah saat dibawa ke desa-desa.

Beberapa bulan terakhir ini, kantor banyak kedatangan tim evaluasi. Dan biasanya saya yang diminta untuk menemani tim keliling Indonesia. Selama perjalanan, saya dan tim evaluasi makin menjadi akrab karena saya memang hobi iseng. Dan beberapa diantara mereka pernah menjadi korban keisenganku. Untungnya, mereka gak pernah marah. lmao

Banyak kejadian yang seru dan lucu selama menemani mereka.

Kasus 1.

Kejadian ini terjadi sekitar awal 2009. Tim evaluasi yang dikomandani oleh bapak Carlos mengunjungi kantor kami. Carlos meminta saya untuk ikut ke Bandung menemaninya melakukan evaluasi (tentunya untuk menerjemah). Carlos orangnya sangat ramah, suka ngobrol dan sangat humoris, beda dengan saya yang agak introvert Sky. Dalam perjalanan menuju Bandung, Saya, Mbak Esther dan Carlos terus bercanda sampe kering nih gigi gara-gara ngakak sepanjang jalan.

Berkunjung ke desa bersama Carlos dan Mbak Esther

Sesampainya di Bandung, kami memilih restoran Roemah Nenek sebagai tempat makan malam kami. Saya memesan sate ayam plus nasi, dan Carlos memesan nasi timbel komplit. Saya lupa Mbak Esther pesan apa. Kami yang sedang lapar langsung kalap begitu pesanan kami dihidangkan. Makanan tandas dalam sekejap. Carlos sepertinya menikmati makannya, yang tersisa di depannya tinggal daun pisang pembungkus timbel. Saya mulai membuka pembicaraan:

Saya (S) : Hmmm feel full now (rasanya kenyang banget sekarang)
Carlos (C) dan Mbak Esther (E) : yeahhhh (kompak)
S : Carlos, why didn't you finish all the foods (Kok makanannya gak dihabiskan semua?)
C : I finished all (Habis semua kok!!)
S : Nope, you haven't eaten the banana leave (Nggak ah, tuh daun pisangnya blom dimakan)
C : What?????
S : Carlos, that is the purpose of timbel. Rice is cooked along with the banana leaves so when it is cooked, the banana leave will be edible and taste delicious...... (Carlos, itulah gunanya orang masak timbel. Berasnya dimasak dengan daun pisang, jadi kalo sudah masak, daun pisangnya akhirnya layak makan juga dan rasanya jadi enak)
C : Hmmmm, are you serious? (Hmmm, kamu serius yah?) *sambil menatap dengan tatapan yang penuh kecurigaan dan syakwasangka*
S : yessss....... *mencoba meyakinkan*
C : (mulai bimbang sambil memegangi daun pisang)
Carlos sudah hampir masuk perangkap ketika mbak Esther menjernihkan permasalahan
E : No no no, it's just Cipu's joke. (Nggak kok, itu tadi Cipu cuman bercanda)
S : (lmao)
**DIJITAK CARLOS**

KASUS 2

Kejadiannya awal Januari 2010. Seorang konsultan diutus oleh kantor ku untuk melakukan evaluasi, dan saya (sekali lagi) beruntung bisa ditugaskan menemani ibu konsultan yang tangguh ini. (Saya bilang tangguh karena dia sudah lebih dari 30 tahun mengabdikan dirinya bekerja di Afrika, padahal dia aslinya orang Australia). Waktu itu, saya dan ibu konsultan menempuh perjalanan dari Semarang ke Purwokerto menggunakan mobil rental. Suasana di dalam mobil hening kecuali radio yang memutar lagu-lagu Indonesia.

Musik terus mengalun. Lagu pun terus berganti. Sampai pada intro sebuah lagu, musik Sunda mulai mengalun dengan syahdu. Ibu Konsultan mulai bereaksi.
Ibu Konsultan (IK) : Hmmm, the music is familiar to me, I think I have heard this song. I like this song. (Hmmm, musik nya sepertinya tidak asing, Sepertinya saya pernah mendengarkan lagu ini. Saya suka lagunya)
Saya (S) : Oh yah, I think it is traditional song (Oh yah kedengarannya seperti lagu tradisional).
IK : Yeah, I have heard it, and I like it (Yah, saya pernah mendengar lagu ini dan saya suka)
S : (mengeraskan volume radio sambil tetap berkonsentrasi lagu apakah gerangan, yang pasti sih musik nya musik Sunda).

Sang penyanyi pun mulai bersenandung:

Lama sudah kucinta padamu
Tapi di hati hanya terpaku
Karena hidup kita berbeda
Kau telah berdua

Kini ku merana Cintaku kini terisolasi
Siang malam kau selalu di hati
Tidur pun aku tak bisa lelap
Selalu teringat terbayang di mati

Jyaaaaaaaaaaah ternyata itu lagunya Lilis Karlina, Cinta terisolasi. Sebagai penggemar dangdut saya tentunya tahu lagu ini. Ternyata si Ibu Konsultan juga doyan Lilis Karlina. Hehehehe. Ingin rasanya bilang ke beliau: Yess Maam, Dangdut is the music of my country. thumbs up

Wednesday, February 3, 2010

Dibalik kelahiran Okkots dot com

Sudah sejak lama saya ingin memiliki blog yang berdiri sendiri tanpa numpang ke layanan penyedia blog lain seperti blogspot, blogdrive ataupun wordpress. Saya selalu merasa iri setiap kali membuka blog Dhodie, Amri atau Aci yang polanya something dot com, tak seperti punya ku yang berpola something dot blogspot dot com.

Keinginan itu sudah tak terbendung lagi, saya berinisiatif menghubungi si Dhodie, penggiat komunitas blogger sekaligus Bapak Plurk Indonesia (hahahahah). Dhodie memberikan banyak masukan serta semangat, dan tentunya Beliau (jyaaaaaah) sangat mendukung ide mulia nan suci saya itu. Saya pun kemudian direkomendasikan ke salah seorang temannya bernama Ramadoni (Doni) dari Biang Web. Transaksi domain dan hosting baru berjalan lancar, saya pun tak perlu menunggu lama untuk bisa segera mengutak atik website baru ini. Thanks to Doni for his endless tutorial. Finally my website works. Rock

Selanjutnya memilih template yang cocok untuk my baby website. Sayangnya saya bukan tipe orang yang punya cita rasa layout yang baik. Namun, saya beruntung malam itu Pagit online. Saya menunjukkan beberapa nominasi template, dan Pagit pun merekomendasikan template yang akhirnya sekarang saya gunakan. Alasan kami sederhana: template nya eye catchy dan simple.

fireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworksfireworks
MY NEW BLOG: http://okkots.com

Saya juga banyak mendapat kan tutorial berharga dari rekan saya, Mr. Epping, sang maestro SEO. Dia memberi beberapa masukan tentang beberapa widget yang menurutnya perlu dan gak perlu. Thanks bro. Epping menyukai ide dari blog ini, semoga juga bisa berkontribusi di blog baru saya.

Yeah, finally my new blog http://okkots.com was launched. Semoga bisa menghibur semuanya.

blog lama yang takkan terbengkalai

Oh iya, blog saya di blogspot ini tidak akan terdelete kok, saya akan tetap menulis disini. Karena blogspot ini adalah kos pertama saya dalam mengenal blog. Meski sudah punya rumah sendiri, kos-kosan saya di blogspot tetap akan difungsikan kok. Yahoo

Oh yah, buat teman-teman yang ingin memiliki hosting dan domain sendiri (gratis), saat ini biang web sedang mengadakan blogging contest, lumayan lho, pemenangnya bisa dapet rumah blog sendiri tanpa perlu ngekos lagi di blogspot atau wordpress. Yang mau join kontesnya bisa klik disini. Teaser

Monday, February 1, 2010

My Krik Krik Moments with my Sister

Sudah lewat tengah malam, tapi ga bisa tidur. Yup, beginilah kalo lagi ada ide menulis. Harus segera dilampiaskan sampai tuntas tas tas tas. (Diapet mode: ON). Funky Dance

Definisi:
Krik krik moments, diartikan sebagai sebuah kejadian yang menciptakan keheningan sejenak dalam sebuah percakapan. Hal ini kerap terjadi karena percakapan yang gak nyambung. Dalam film, situasi seperti ini biasanya diisi oleh suara jangkrik, krik krik krik, makanya saya menyebutnya krik krik moment.

Hari ini saya kembali mengalami krik krik moment dalam beberapa sesi percakapan saya dengan kakak. Biasanya percakapan kami dimulai di atas jam 10 malam karena kakak baru nyampe rumah paling cepat jam 9 malam. Krik krik moment kali ini, entah terjadi karena kami sama-sama capek setelah seharian bekerja membanting tulang atau karena memang kami memiliki ketertarikan terhadap hal yang berbeda. She watches Metro TV and TV One whilst I watch Star World and AXN plus TPI (nah loh, ketauan suka dang-dutan) Sky. She updates political situation in country and I update my blog regularly. Lihatlah betapa banyak kemungkinan krik krik moments dalam interaksi kami.



Krik krik moment No.1 (Grammy versus Deklarasi Nasional Demokrat)

Saya dan Kakak sedang nonton di depan tivi di ruang tamu. Kakak memegang remot tivi dan sedang menyimak deklarasi Nasional Demokrat, sedangkan saya pengen nonton Grammy.

"Eh, ada Grammy tuh di Star World", mencoba membuka percakapan.

Hening Sejenak.

"Wah ada dua perempuan yang ikut dalam deklarasi Nasional Demokrat", Kakak akhirnya membalas sapaan awalku, masih tak melepaskan tatapan dari tivi.

"Ada nominasi apa yah di Grammy sekarang," saya melanjutkan percakapan.
"Nah kalo ini pertunjukan tari-tarian Nusantara dalam rangka deklarasi ini", Kakak menimpali.

KRIK KRIK KRIK

Yeah, I know that finally I got no grammy tonight as my sister didn't change the channel to Star World. Русский

Krik Krik Moment No. 2 (Blog vs Apartemen)

Saya sedang melintasi ruang tamu untuk mengambil minum dan kakak masih leyeh-leyeh depan tivi sambil sesekali main laptop yang terduduk manis di depannya.

Saya mencoba menyapa: "Kayaknya saya mau punya domain blog sendiri deh. Ternyata ada juga beberapa orang yang sudi membaca blog ku. Dan saya sudah punya ide mau nulis apa di blog itu nanti".

Kakak tersenyum, lalu menimpali: "Masak sih apartemen aja sampe 27 juta per bulan, emang isi nya apa aja yah terus pelayanannya seperti apa?"

KRIK KRIK KRIK

Saya langsung bertolak ke kamar karena percakapan kami sedang jaka sembung alias ga nyambung.

"Cipu... Cipu... Cipu", Kakak kali ini memanggil. Dengan tergesa-gesa saya ke ruang tamu, "Ada apa", saya bertanya.
"Eh liat deh kamar ini, interiornya minimalis banget yah sayang ruangannya kecil", kata Kakak sambil menunjuk sebuah image di layar laptop. Saya cuman senyum sejenak dan kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur.

Another KRIK KRIK KRIK

"Cipu ... Cipu ... Cipu, sini deh", kakak memanggil lagi. Saya yang sudah hampir terlelap kembali menuju ke ruang tamu, kali ini dengan kaki terseret.
"Kalo kamar yang ini kelihatannya unik yah?" masih merujuk pada gambar kamar apartemen yang terpampang di layar laptop di depannya. Sekali lagi saya tersenyum dan kembali ke kamar lagi. Oh my God, She is still on the same subject.

The last KRIK KRIK KRIK of the day.

Guys, begitulan cara kami berkomunikasi. Nampaknya kami memang tidak nyambung tapi inilah cara kami untuk saling menyampaikan pesan. Bukankah komunikasi tidak mensyaratkan keharusan dua arah ketika kita melakukannya. Esensi komunikasi sendiri adalah exchange of thoughts, messages, or information, as by speech, signals, writing, or behavior. ScenicJadi, sepanjang pikiran, pesan atau informasi sudah tersampaikan dengan cara apapun, maka proses komunikasi telah terjadi.

Meskipun saya dan kakak punya interest yang berbeda, kami mencoba mencari kesamaan yang mungkin bisa menjembatani perbedaan interest kami. Biasanya sih kami karaoke atau nonton, and she will always treat me. I am a good and shameless karaoke singer and she is an insane backing vocalist. Hehehe. FYI, she is a nice sister.

Nah, do you have krik krik moment as well with your siblings? Share it here!!!!.

Thursday, January 28, 2010

Okkots Award, and the award goes to....

Sejak postingan tentang okkots dipublikasikan di sini, banyak teman-teman yang mulai terjangkit sindrom okkots. Bahkan ada yang membuat postingan okkots. Gelo emang.

Tulisan mengenai okkots ini, tidak hanya saya publikasikan di blogspot saja, tapi juga saya jadikan notes di facebook. Lumayan banyak respon lucu yang saya peroleh. Dan kali ini saya ingin menganugerahkan sebuah award ciptaan saya sendiri yang saya beri judul "Okkots Award" kepada mereka yang berhasil membuat komen okkots lucu, baik di facebook maupun di blogspot.

The awardees are:

  • Mas Iman, rekan plurker dan blogger. Komentarnya sebagai berikut: Asli ... ini baru banget saya tau. Benar-benar ngikik pas baca ini, sumpah!. Negeri kita meman kaya akang budaya yan patut dibanggakang (okok). Thanks sharing yang unik dan menggelitik ini bro :)
  • Mila Said, rekan seperjuangan, mantan teman sekantor, travel buddy dan kadang teman curhat. Pretttt. Berikut komen mila: huahahaa.... ada gw. Trus lucunya wkt drivernya telat dia bilang," maaf, mbak. saya tadi ganti banG dalam dulu." (lmao). betewei, Cipuuuu... gw mo ke makassar tgl 20 maret (msh lama ya bo') hihihii....
  • Cici Silent, rekan blogger yang rajin nulis komen di blog ku. Thanks yah sista...... Komennya Cici adalah: kalo hari raya Kurbang, oran suka makan kambin yak? (rofl) (ninja)
  • Retri, temeng ngobrol yang seru, temen gila-gilaan dan calon penganut sekte okkots tingkat akut. Retri dalam komennya: bwahahahahahaha.....SUPPPERRRRRR LUUUCCCCUUUU.......*gulin-gulin ketawa ampe pipis mode onG*
  • Acca Basit. Sepupu sekaligus partner setia dalam menjahili orang. Dalam komennya di notes facebook ku, Acca bersabda:
    Untun saja saya nda begitu..meskipung begitu, saya setuju itu sama sekali bukang merupakang perbuatang memalukang dang bukang suatu aib..jadi bagi yan mengidapnya jangang merasa malu dang rendah diri..tularkang k temang2 anda..wassalang..
  • Jaliel Keparatz, salah seorang sepupu ku yang lain yang juga sukses membuat ku terpingkal pingkal dengan komennya di FB:
    pernah suatu ketika diriku melewati jalan veteran makassar dan kutemukan tulisan disamping wc ... "dilaran kencin dan "bera" , yang kencin disini = anjin..!!"
  • Ima Irfiany, teman SMP dan mantan teman dekat, jyaaaaah, an adorable and smart woman. Ima berkata dalam facebook ku:
    Haha...hidup okkot's,skali okkot's...tetap okkot's!kereng,bekeng dam ngetreng!!
  • Callang Syahlan, wartawan Sindo yang mendedikasikan hidup nya untuk mengejar informasi mengenai saya. Poh-lease deh. Teman SMP dan tetangga kos kosan waktu kuliah. Callang said in my FB:
    mdede..... cipu, 'binguN-binguN ku memikirkanG.....'
Demikianlah pengumuman OKKOTS AWARD. Selamat buat yang mendapatkan award. Keep okkotsing till the end. Time to celebrate. (xmas1)

Disclaimer: Dua dari pemenang award adalah sepupu saya, namun saya memilih mereka karena kualitas okkots dalam komen mereka yang memang luar biasa. (Udah bakat turunan kali), hehehehe. Tidak ada nepotisme dalam proses penjurian. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Bagi yang mau protes silahkan kirimkan claim fee dulu ke rekeningku yah xixixixixi.


Sampai jumpa dalam postingan tentang okkots selanjutnya.

PS: Bagi yang okkots beginner, saya sudah menebalkan huruf kalimat kalimat yang mengandung muatan okkots
xmas1Banana PiratesРусскийРусский